hati-hati bersikap di depan anak-anak kita

hati-hati bersikap di depan anak-anak kita

Hati-hati Bersikap di Depan Anak-anak

Anak-anak adalah makhluk yang paling susah lupa. Mereka suka memperhatikan dan mempelajari hal-hal disekitar mereka. Mereka juga paling jago meniru.

Hati-hati bersikap di depan anak-anak, karena mereka adalah makhluk yang paling susah lupa. Anak-anak suka memperhatikan dan mempelajari hal-hal disekitar mereka, juga paling jago meniru. Mereka akan mudah menangkap dan mengingat kejadian-kejadian di keseharian mereka. Mereka juga menyerapnya sebagai pengetahuan, bahkan mengaplikasikannya pada sikap dan perilaku mereka.

Orang tua bisa menjadi teladan yang baik, tapi tak jarang juga, tanpa disadari mencontohkan hal-hal buruk yang di kemudian hari bisa ditiru oleh anak-anak. Beberapa perilaku buruk orang tua yang biasa ditiru oleh anak dan menyebabkan mereka berperilaku buruk dan mungkin bisa menjadi karakter mereka, di antaranya:

1. Suka berteriak dan mudah tantrum

Coba ingat lagi bagaimana Anda menghadapi mereka saat mereka melakukan kesalahan atau melakukan hal yang membuat Anda tersulut emosi. Ketika kita selalu berteriak, mereka akan belajar bahwa tidak apa-apa untuk tantrum alias marah-marah atau ngambek. Bahkan mereka juga akan berlatih meneriaki Anda, saudara, bahkan temannya saat ada masalah.

2. Kasar

Anak Anda egois, kasar, dan tidak menunjukkan sikap mengasihi, mungkin Anda sendiri yang mengajarkan demikian. Ketika Anda selalu menghukum mereka atas kesalahannya, mereka akan belajar bahwa orang yang memiliki kekuatan lebih besar diperbolehkan untuk menekan yang lebih kecil/lemah. Dengan demikian, mereka akan belajar untuk menyelesaikan masalah dengan menekan orang lain juga, salah satunya dengan tindakan bullying

3. Tidak Sopan

Kata-kata kasar sering kali dipelajari anak-anak dari orang tuanya. Misal, ketika Anda tanpa sadar sering berkata kasar saat menjumpai hal-hal yang menjengkelkan, mereka belajar ketidaksopanan dan meniru kata-kata tersebut.

4. Suka Berbohong

Si kecil mudah sekali berbohong. Coba evaluasi dan introspeksi diri. Misal, ketika Anda berbohong pada seseorang di telepon, si kecil akan belajar bahwa berbohong bukanlah sesuatu yang salah. Contoh lain, ketika Anda sudah berjanji bermain dengan mereka, namun Anda tidak menepatinya karena kesibukan perkerjaan, mereka bisa berlatih bahwa tidak apa untuk mengingkari janji.

5. Suka Melanggar Aturan

Orang tua sering dipusingkan dengan anak-anak yang melanggar aturan. Akan tetapi, orang tua jarang menyadari bahwa hal itu dipelajari dari orang tua mereka sendiri. Ketika mereka melihat Anda menginjak area rumput yang dipasangi tanda “dilarang menginjak rumput” atau ketika Anda menyalakan mesin mobil sambil mengisi bensin yang seharusnya dilarang, ia akan belajar bahwa melanggar aturan adalah hal yang biasa.

Orang tua adalah guru sepanjang masa bagi anak-anak. Mereka belajar dengan cara melihat dan kemudian meniru. Oleh karenanya, orang tua perlu berlatih menjaga sikap untuk menumbuhkan anak-anak yang memiliki empati dan tanggung jawab.

Jadi kita harus hati-hati bersikap di depan anak-anak.

Leave a Reply

%d bloggers like this: